Pendakian Gunung Jawa Barat

9 December 2016 at 08:09 | Posted in Ceritaku | Leave a comment
Tags: , , , , ,

Desember 2016 adalah bulan ke-5 saya menjadi pegawai. Tak dirasa sudah hampir satu semester saya bekerja di Kota ini. Ya, kota Bandung ini. Sejak kabar burung penempatan tujuh bulan yang lalu, saya terus berdoa untuk ditempatkan di Jawa. Bukannya saya tak ingin keluar pulau Jawa, tapi agar saya bisa terus berhubungan dengan keluarga karena beberapa sebab yang tak bisa saya ceritakan di sini. Dan Alhamdulillah doa saya dikabulkan oleh Allah Ta’ala.

Bandung adalah ibukota jawa barat. Salahsatu provinsi yang memiliki bentang alamnya yang indah. Bandung yang dikelilingi kota-kota provinsi jawa barat menyimpan banyak sekali pemandangan alam yang patut untuk didalami lebih jauh. Alasan inilah yang membuat saya bersemangat untuk mencoba mengeksplorasi keindahan alamnya, terutama di Garut, Jawa Barat. Mengapa? Karena Garut adalah Swiss van Java, letak dimana banyak pegunungan yang menjulang tinggi di kota ini layaknya pegunungan Alpen di swiss (cmiiaw #senyum).

Selama di Bandung ini saya sudah mendaki ke tiga gunung yang ada di Garut, Gn. Guntur, Gn. Papandaya, dan Gn. Cikuray. Sayangnya, dari tiga gunung ini hanya satu saja yang mencapai puncaknya, yakni di Gn. Guntur.

img_7644-copy

Gambar pelataran memasuki gunung Papandayan

Namun, ketiga gunung tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing. Continue Reading Pendakian Gunung Jawa Barat…

Advertisements

Perjalanan ke Lawu

9 September 2014 at 15:26 | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Apa yang ada di benakku ketika disebutkan gunung lawu adalah pertama gunung diwilayah yang masih bisa kujangkau tapi belum bisa ku daki. Kedua, suhu rerata terdingin diantara sumbing sindoro merapi atau merbabu dan itu membuatku semakin ingin menikmatinya. Ketiga, gunung tidur dengan sejuta keindahannya. Seperti yang kulihat saat mentari pagi menyembul, dengan gagahnya gunung itu menghalangi cahaya matahari menunjukkan keberadaannya.
Dan Alhamdulillah, minggu kemaren tepatnya hari rabu hingga kamis lawu telah ku daki. Dari puncak kulihat seluruh daratan disekitarnya, kehidupan masyarakat dan budaya di lembahnya (yang mulai terkikis zaman), juga awan kapas putih yang melingkupi menjaganya dan menyuburkannya.

Perjalanan mendaki kali itu adalah perjalanan batin, perjalanan kontempelasi, dedikasi, dan resiko. Bahwa hidup ini adalah sementara. Tak ada yang lebih kentara selain bersyukur atas segala nikmat Allah yang di berikanNya dan terus beribadah padaNya. Tak luput mengenai siapa kelak yang menjadi pendamping kita. Continue Reading Perjalanan ke Lawu…


Entries and comments feeds.