untitled

8 March 2016 at 04:16 | Posted in Ceritaku, Uncategorized | Leave a comment

Aku mengenangmu sambil membasuh luka karena mu
Bukan kamu yang menyakitiku, tapi aku yang melukai diriku
Aku mencoba bersama sabar membasuh perih
Tapi hanya aku yang tak ingin luka ini terobati
Sebenarnya, bukan aku yang tak bisa mengakhiri
Karena memang aku belum dapat memaafkan diriku sendiri

-Nsh-

Snorkeling Trip to Lampung

3 January 2016 at 11:12 | Posted in Ceritaku, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , , ,

That day was an unforgettable day. Those were my first long trip paid by myself. I and my friends, Lelia and Riyan was going to Lampung. We planned at Merak Port as meeting point on Thursday, 24 Desember 2015 at 11 am. Unfortunately, almost ways had traffic jam, I came late 5 minutes, but Lelia was more than that, 3 hours later, LOL. We did “bullying” than angry to her because of her dull face :p.

Our ship left at 2pm. It took 2 hours to be at Bakauheuni Port in Lampung. I wonder myself after whole this life, I can stand in the sumatera land. Yeaah. I did it! To make sure I have set foot on Sumatera, we visit Menara Siger as representative of 0 km of Sumatera. It is near Bakauheni Port, just 20 minutes by foot. We had done taking picture in it at 6.05 pm then packing to leave to Rajabasa Terminal, but before that we pray Magrib on Mushola.

DSC_0967 - Copy

Menara Siger

We arrived at Rajabasa Terminal at 22.15 pm. Our friend, Kiki has stayed waiting for us and she would guide us for 3 next days, and she was giving the best service as guide and guardian for us. Haha. Continue Reading Snorkeling Trip to Lampung…

Perjalanan ke Lawu

9 September 2014 at 15:26 | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Apa yang ada di benakku ketika disebutkan gunung lawu adalah pertama gunung diwilayah yang masih bisa kujangkau tapi belum bisa ku daki. Kedua, suhu rerata terdingin diantara sumbing sindoro merapi atau merbabu dan itu membuatku semakin ingin menikmatinya. Ketiga, gunung tidur dengan sejuta keindahannya. Seperti yang kulihat saat mentari pagi menyembul, dengan gagahnya gunung itu menghalangi cahaya matahari menunjukkan keberadaannya.
Dan Alhamdulillah, minggu kemaren tepatnya hari rabu hingga kamis lawu telah ku daki. Dari puncak kulihat seluruh daratan disekitarnya, kehidupan masyarakat dan budaya di lembahnya (yang mulai terkikis zaman), juga awan kapas putih yang melingkupi menjaganya dan menyuburkannya.

Perjalanan mendaki kali itu adalah perjalanan batin, perjalanan kontempelasi, dedikasi, dan resiko. Bahwa hidup ini adalah sementara. Tak ada yang lebih kentara selain bersyukur atas segala nikmat Allah yang di berikanNya dan terus beribadah padaNya. Tak luput mengenai siapa kelak yang menjadi pendamping kita. Continue Reading Perjalanan ke Lawu…


Entries and comments feeds.