Perjalanan ke Lawu

9 September 2014 at 15:26 | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Apa yang ada di benakku ketika disebutkan gunung lawu adalah pertama gunung diwilayah yang masih bisa kujangkau tapi belum bisa ku daki. Kedua, suhu rerata terdingin diantara sumbing sindoro merapi atau merbabu dan itu membuatku semakin ingin menikmatinya. Ketiga, gunung tidur dengan sejuta keindahannya. Seperti yang kulihat saat mentari pagi menyembul, dengan gagahnya gunung itu menghalangi cahaya matahari menunjukkan keberadaannya.
Dan Alhamdulillah, minggu kemaren tepatnya hari rabu hingga kamis lawu telah ku daki. Dari puncak kulihat seluruh daratan disekitarnya, kehidupan masyarakat dan budaya di lembahnya (yang mulai terkikis zaman), juga awan kapas putih yang melingkupi menjaganya dan menyuburkannya.

Perjalanan mendaki kali itu adalah perjalanan batin, perjalanan kontempelasi, dedikasi, dan resiko. Bahwa hidup ini adalah sementara. Tak ada yang lebih kentara selain bersyukur atas segala nikmat Allah yang di berikanNya dan terus beribadah padaNya. Tak luput mengenai siapa kelak yang menjadi pendamping kita. Continue Reading Perjalanan ke Lawu…

Advertisements


Entries and comments feeds.