Pemikiran Benar

21 July 2016 at 02:49 | Posted in Ceritaku | Leave a comment
Tags: , , , , ,

Zaman sekarang, dimana kita dibesarkan dididik kebanyakan pengaruh dari pelajaran dan pemahaman bukan dari islam (melainkan sedikit sekali), dimana kita sekolah di sekolah sekolah negeri dengan mengedepankan ilmu duniawi dan mengesampingkan ilmu agama kecuali sedikit sekali. Kemudian lingkungan sekitar kita mulai dari televisi, internet, dan orang-orang di sekitar kita yang kurang atau bahkan jauh dari pemahaman islam yang benar. Begitupun dengan orang tua kita yang mungkin masih memegang budaya atau pemahaman dari orang tuanya dahulu atau budaya masyarkat yang mereka anut yang semua itu jauh dari pemahaman islam yang benar. Pasti sedikit banyak kita terpengaruh.

Dan tulisan di bawah ini sya ingin sekali sharing tentang suatu hal dari kita yang mungkin pernah memikirkan atau bahkan masih memikirkan “ko bisa”. Yakni tentang cara berpikir tentang Allah Ta’ala. Tulisan ini saduran dari artikel yang saya baca dan pahami dari Telegram di Channel “Fadhlul Islam Bandung” dengan judul “Mu’tazilah, kelompok sesat pemuja akal”.

Mungkin kita pernah mendengar, kalo Allah ta’ala tidak suka kejahatan, tidak suka orang kafir, lalu bukankah mereka diciptakan dan di atur oleh Allah Ta’ala. Begitupun manusia, kadang berpikir apa yang kita lakukan sudah di tentukan Allah melalui takdirnya, lalu kenapa kita harus berusaha untuk menjadi baik ? terlebih kalo akhirnya kita sudah di judge untuk buruk.

Ternyata, cara berpikir yang seperti ini bukanlah cara berpikir dari Islam yang benar, islam yang berpemahaman seperti Rasulullah ‘alaihisholatuwasallam dan sahabat-sahabatnya. Lalu bagaimana Rasulullah dan sahabat, juga 3 generasi terbaik setelah rasulullah berpijak?

alam pantai

Secara mudahnya, bahwa :

  1. Allah Ta’ala menciptakan manusia kemampuan untuk memilih tapi Allah lah yang memberi kemampuan pada apa yang kita pilih.

Contohnya: seperti kita tahu bahwa api memiliki sifat panas dan membakar, tapi saat Nabi Ibrahim ‘alaihissalam masuk kedalam tungku api oleh Fir’aun dia tidak merasa terbakar sama sekali. Karena Allah meniadakan kemampuan dari api tersebut, karena api ialah ciptaan Allah pula.

  1. Begitupun jika kelompok atau orang atau kadang berdiskusi dan yang berpikiran bahwa orang yang melakukan syirik pasti masuk neraka dan kekal di dalamnya, dalilnya ada dalam Qur’an semisal pada Annisa ayat 48 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yang di bawah (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”

Ternyata pehaman para generasi terbaik tidak menyatakan bahwa mereka (manusia yang berpemahaman seperti itu) akan kekal abadi di An Nar, karena hal tersebut mengingkari bahwa Allah Maha Pengampun dan Pemaaf, dan pula bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Padahal, seseorang yang beramal saleh (sekecil apapun ) akan mendapatkan pahalanya (seperti yang dijanjikan Allah subhanhu wa ta’ala) sebagai karunia dan nikmat dari Nya. Tidaklah pantas bagi makhluk untuk mewajibkan yang demikian itu (bahwa manusia berbaut syirik akan kekal selamanya di Neraka) karena termasuk pelecehan terhadapa Rububiyyah-Nya dan sebagai bentuk keraguan terhadap firman-Nya.

 

  1. Maka, pemikiran yang benar bahwa Allah akan mengampuni dosa syirikknya jika pelakunya sebelum meninggal dunia telah bertaubat. Begitupun telah datang Hadist dari Rasulullah “telah datang Jibril kepadaku dengan suatu kabar gembira bahwasanya siapa saja dari umatku yang meninggal dunia dalam keadaan tidak syirik kepada Allah Ta’ala niscara akan masuk ke dalam Al-Jannah” kemudian Abu Dzar radhiyallahu’anhu bertanya “Walaupun berzina dan mencuri?” Beliau menjawab “Walaupun berzina dan mencuri” (HR. Bukhari Muslim dari Abu Dzart al-Ghifari radhiallahu’anhu).

 

  1. Lalu, bagaiamana orang yang melakukan syirik tapi seorang muslim. Maka orang yang seperti ini adalah orang yang berada diantara 2 keadaan, antar keimanan dan kekafiran. Hal ini karena keimanan itu bertingkat-tingkat, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan sebagaimana firman Allah An-Anfal ayat 2 “dan jika dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, maka bertambahlah keimanan mereka.” Juga hadist Rasululaan tentang iman yang memiliki enampuluh sekian atau tujuh puluh sekian cabang/tingkatan.

 

Wallahu’alam bish-shawab_

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: