Kuncup Harapan

19 June 2015 at 15:20 | Posted in Ceritaku | Leave a comment

Kuncup pucuk gunung merona keemasan dengan selimut awan putihnya pagi itu. Pucuk, layaknya sebuah harapan yang masih terus berusaha untuk mencapai puncaknya. Selimut awan, layaknya kekhawatiran masa depan dalam mencapai asa tapi ia untuk kali ini hanya sebagai awan tipis yang justru memperindah anggunnya sebuah harapan.

Sebab disitulah kita belajar bahwa harapan itu selalu ada. Bahwa pucuk tertinggi harapan adalah menyerahkan pada pemberi harapan manusia segalanya, Allah. Maka letakkan segala usaha dan harapan pada Nya sehingga kecewamu tak pernah tetap (karena kau manusia).

Bahwa pucuk tertinggi harapan adalah menyerahkan pada pemberi harapan manusia segalanya, Allah.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: