Catatam Akhir…

3 June 2013 at 11:48 | Posted in Ceritaku | Leave a comment

berikut ini saya lampirkan tulisan dari salahseorang sobat yang menuliskannya pada acara perpisahan dua tahun yang lalu..

Sang surya telah menggoreskan semburat-semburat merah di kaki bukit. Cahayanya sungguh lembut dan mentramkan bagi siapa saja yang memandangnya. Rasanya aku jadi terbayang sebuah pantai atau kampung halamanku, dimana di sana matahari tenggelam begitu indah, tanpa gedung-gedung maupun bangunan yang menghalangi.

Fiuuh jadi rindu pulang di akhir tahun. Menatap senja sore ini mengantarkanku pada beberapa momen yang telah berlalu. Refleksi diri dan menatap masa depan.

Dahulu aku menggambarkan titik-titik yang akan ku tempuh untuk melukiskan garis hidupku. Salah satu titik yang ku goreskan itu “sebuah koomunitas yang disana kita benar-benar punya hal yang disukai” kupikir aku begitu suka menulis walaupun masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Menulis seperti berbicara pada diriku sendiri, menemukan apa yang ada dipikiranku saat ini, dan lucu sekali ketika beberapa waktu kemudian membaca tulisan yang telah lalu.

Menulis adalah cara yang ampuh yang selalu kugunakan ketika aku ada masalah.

Pernah aku berpikir adakah suatu komunitas yang begitu aku rindukan yang hadir dalam perjalanan hidupku? Kawan, kita-kira setahun kita lewati, aku belajar banyak dari sosok-sosok kalian, unik dan suatu saat akan aku rindukan. Kusadari akhirnya betapa berharga kenangan ini, walaupun kesalah-pahaman, kesal, kecewa terkadang terlintas dalam perjalanan kita selama ini (aku jadi merasa bersalah untuk timbulknya rasa yang tidak enak itu), namun teman-teman secara tidak ku sadara telah mengisi hatiku, mengisi pikiranku dan memberikan sudut pandang yang lain tentang pertemanan, hingga saat ini akau sungguh bergarap bisa berteman lebih baik lagi.

Aku merasa banyak meninggalkan momen-momen yang nantinya menjadi kenangan, maaf. Jika boleh memutar waktu aku ingin melakukannya hingga aku bisa merangkul kalian (red: menangis bersama, tersenyum bersama, merasakan emosi kalian). Namun pasir waktu tak sanggup membendung gravitasi, waktu terus bergulir dan menghanyutkan serta kalian.

Harapanku, aku ingin sekali menyimpan rasa tawa dan senyum klaina, namun sedikit kenangan tentang kalian yang terekam dan mungkin sedikit sekali kenangan tetangku yang teman-teman ingat. Jadi sekarang dan beberapa waktu kemudian aku masih ingin merasakan pertemanan ini lebih baik lagi dari waktu yang telah lalu, hhingga hal itu tidak mungkin dilakukan dan hanya tertinggal kenangan.

Mekanika kuantum terasa berat bagiku, seberat roket yang harus memiliki escape velocity untuk lepas dari gravitasi bumi. Namun toh ada roket yang bisa melampaunya dan dibalik segala usaha untuk melampau itu tersingkap sejuta pengetahuan yang telah menanti.

Bintang bintang mulai bertaburan menyampaikan pesan masa lalu. Cahayanya menelusuri ruang angkasa jutaan tahun cahaya hingga samapi di langit bumi dan menyampaikan kisahnya. Melalui tulisan ini, ingin kusampaikan harmoni yang berbeda.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: