Cerita dan Sejarah

25 April 2013 at 11:30 | Posted in Ceritaku | Leave a comment
Tags: , ,

Belum lama ini, saya habis mengikuti sebuah kajian atas undangan dari teman saya. Saat saya baca undangan tersebut saya bilang menarik karena bertemakan Sejarah Kepahlawanan dalam Islam. Sya cukup yakin tema ini diambil karena bertepatan dengan hari yang banyak orang menyebutnya dengan hari kartini. Hari yang katanya emansipasi wanita, ah apaan itu ga terlalu ngerti sama emansipasi.

Nah, karena waktu itu memungkinkan alhasil sya ikut. Waktu itu, kajian dimulai pukul 8. Disebuah masjid kecil di dalam kompleks masyrakat yang masih memiliki keterkaitan darah diantara mereka. Rumah-rumah jaman dulu seperti itu kan, saling dekat antar sanak famili.

Awalnya sya semangat untuk mendengarkan karena ilmu baru ini, sejarah pahlawan muslim. Waa…padahal, siang harinya sya baru membca tulisan dari pesbuk yang katanya Cut Nyak Dien itu malah yang seharusnya bisa dijadikan emansipasi dri pada RA Kartini. Katanya didalam tulisan itu, menjadikan Kartini sebagai tokoh sentral seperti sekarang ini (hari kartini) termasuk konspirasi. Hmm…ga terlalu ngerti sama konspirasi selain ga jeulass beuudt. Penuh antusias mendengarkan. Belum lagi mengenai pahlawan Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro yang termasuk salafyyin.

Hmm… lama kelamaan ada yang slah ini menurut sya. Ini malah cerita bukan sejarah. Bagi saya beda antara cerita dan sejarah. Memang klo pake diagram venn, cerita masuk dalam lingkup sejarah. Ok, bgini bedanya menurut saya. Cerita itu bikin kita tertarik, bkin kita momogi (mau mau lagi), bkin kita penasaran. Otak kita dan terkadang perasaan dibikin bergejolak ingintau apa yang akan diceritakan kembali oleh pencerita. Nah, kalo sejarah bagi saya memberikan makna dalam cerita. Cerita yang ada diberikan pengetahuan, esensi dan maknanya. Kenapa tokoh itu begini, apa yang mendasari tokoh begini, bagaimaan kondisi kala itu, dijelaskan secara komprehensif dan diberikan makna dari cerita yang dijabarkan tadi sehingga memberikan kita sebuah nilai baru mengenai suatu hal, hakikat, ataupun hal yang mendasar.

Emm.. mungkin lebih singkatnya saya uraikan dengan cerita hanya memberikan fun, namun sejarah memberikan makna. Yang menohok saya waktu itu adalah itu dalam lingkup pengajian, yang seharusnya dasar dasar bercerita dan makna seperti yang seharusnya sejarah itu, dijabarkan. Tapi bagi saya kemarin, kita (yang hadir) seperti anak kecil yang diceritakan oleh seorang guru agar anak didiknya senang dan bahagia, padahal waktu itu umuran yang datang adalah seumuran lebih dari 15 tahun.

Yap, sya hanya bisa mengambil hikmah. Bahwa ilmu mengenai sejarah bukan hanya sekedar cerita tapi juga makna.

Alhamdulillah.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: