Lestari Air (last part)

18 April 2013 at 06:41 | Posted in Ceritaku | Leave a comment
Tags: , ,

Postingan tentang lestari air bag 1 membahas mengenai pentingnya menjaga kelestarian air untuk masa depan serta sedikit mengenai apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestariannya. Part 2 membahas mengenai sistem terpusat mengenai penyediaan air bersih bagi masyarakat. Ini termasuk salahsatu contoh menjaga kelestarian air secara lebih luas agar masyarakat merasa memiliki dengan penggunaan air yang digunakan sewajarnya karena adanya pembayaran atas air yang dikeluarkan. Lalu part terakhir ini, seperti udah gue janjikan, gue mau bahas soal Waterplant Community. Mungkin penjabaran mengenai komunitas ini cuman secuil dari apa yang mereka kerjakan, karena yang namanya pengabdian masyarakat itu ga semudah menuliskan dalam tulisan cethek ini. Well, gappalah, biar hewan buruan ga pergi, gue tulisin aja ya disini.

Waterplant Community itu komunitas mahasiswa yang bergerak pada pengabdian masyarakat melalui penyediaan air bersih dan sanitasi yang salahsatu tujuan utamanya tak lain dan tak bukan untuk kelestarian air itu sendiri. Komunitas ini gampangnya kalo gue simple-in itu menjadi katalisator (pemercepat) penyediaan air bersih bagi masyarakat yang kekurangan air seperti di kawasan karst Yogyakarta dan usaha konservasi air. Oh iya, WC (selanjutnya kita gunakan ini) ini berafiliasi di Yogyakarta dan didiisi oleh mahasiswa2 ga hanya dari teknik juga nonteknik.

Jadi, selama gue ngikuti WC, komunitas ini bergerak membantu masyarakat di daerah yang ada hambatan di penyediaan air bersih. Mungkin karena sumber air yang ga ada, seperti di kawasan karst sehingga harus ngambil dari aliran bawah tanah (ciri kawasan karst) ataupun keberadaan air di daerah pemukiman tercemar sehingga perlu ngambil dari sumber air yang masih bersih. Dan kesemuanya itu menggunakan sistem seperti PDAM, terpusat. Yap, biar lestari airnya.

Sisi ‘membantu’ dari WC disini ialah mereka mendampingi masyarakat dari sisi teknis mengenai pengajuan proposal bantuan untuk sistem penyediaan air bersihnya (SPAM), saran pada desain yang efektif untuk penyaluran air kerumah-rumahnya, saran untuk perawatannya, penggunaan watermeter untuk keadilan masyarakat dan lain lain. Ga hanya masalah teknis tapi juga nonteknis, seperti penyuluhan pada masyrakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian air dengan menggunakan air dengan hemat dan menjaga bersama-sama, menanam pohon-pohon untuk usaha konservasi air dan banyak lagi.

Nah, tahun lalu WC, PAMMASKARTA, Pemerintah DIY bersama Kementrian PU menyelenggarakan Olimpiade Pamdes (pamdes ialah pengelolan air minum pedesaan). Olimpiade ini bertujuan untuk meningkatkan gairah melestarikan air melalui perlombaan bagi pamdes-pamdes yang sudah ada di DIY mengenai pelayanannya, perawatannya dan kelestariannya. Perlombaan ini diperlombakan di tiap-tiap kabupaten di DIY dengan total pamdes yang ikut serta berjumalh ratusan pamdes. Tidak hanya berhenti disitu, WC juga bekerja sama dengan instansi terkait telah menyelenggarakan pelatihan pengelolaan air minum pedesaan bagi pamdes di seluruh DIY.

Konsep komunitas ini bagus banget loh buat kalian yang masih ngaku mahasiswa :3 . Ente ga hanya belajar terjun ke masyarakat tapi juga belajar aplikasi ilmu ente. Ya kalo teknik misalnya mengenai sistem pengangkatan airnya, dengan pompa atau seperti apa. Sumber energinya terbarukan atau bbm atau seperti apa efektif dan efisiennya. Sistem distribusinya seperti apa, headloss, debit, tandon, pemetaan jaringan dsb. Klo non teknik ga kalah seru, kalian bisa belajar banyak langsung kondisi sosial di masyarakat seperti apa, bagaimana menghadapi masyarakat yang beranekaragam, komunikasi, dan banyak hal.

Dan kalo dipikir, ide waterplant komuniti ini bisa disebarluaskan di seluuuuruuuhh Indonesia. Misalnya di daerah wilayah kampusmu berada terdapat wilayah kekurangan air atau wilayah karst kamu bisa nyoba jadi katalisator bagi masyarakat di kawasanmu. Nah, sinergi seperti ini nih yang harus di galakkan antara akademisi, masyarakat dan pemerintah. Jangan bisanya cuman koar koar dijalan, nuntut-nuntut doang, nyalah-nyalahin doang, ga mikir apa pendemo itu, mereka (pemerintah) mikirin 230 juta lebih penduduk Indonesia, lah mereka nyuarain berapa juta atao bahkan ribu orang saja (sory sory kelewatan).

Ok, segitu dulu, kalo ente masih pengen tau lebih banyak dan dalem bisa langsung cekidot ke TKP di markas Waterplant Community @Lab. Bangunan Jurusan Teknik Sipil UGM lantai 2 dengan sebelumnya kontak koor humasnya di Adib (085727172966), biasa gan mungkin pas kuliah (baca: tidur). Cek juga di situsnya www.waterplantcommunity.org.

Tinggalkan koment ya…

🙂

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: