TRIP: Lonely Trip

7 February 2013 at 10:32 | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Well, saya punya beberapa pengalaman mengalamai jalan jalan sendirian (lonely trip; eniwei saya ga tau penulisan inggris lonely trip ini bener pa ga hhe). Pengalaman ini didapat kala nge-trip di jogja. Udah pada tau kan, jogja surganya para manusia yang suka jalan jalan baik itu adventure, shopping, atau sekedar jalan jalan biasa.

Mau pilih apa di jogja? shopping? Malioboro tujuannya, seabreg dsitu, kurang puas? Cari mall mall. Kurang puas lagi, pasar tradisional. Mau wisata alam? Ga keitung jumlahnya (bo’ong sih, hehe). Mulai dari bawah sampai atas, mulai dari pantai hingga gunung. Ada pantai, perkebunan, pertanian, wisata sejarah (museum, candi dsb), caving gua, rafting sungai, hiking dan camping di gunung, dan masih buanyaak lagi.

Awalnya, tulisan ini mendapat ide dari salahsatu film yang judulnya kalo ga salah ada ‘123’ nya. Saya lupa, disitu ada seseorang yang suka wisata alam (ceritanya diambil saat adventure di gurun pasir) sendirian, dia pergi climbing, caving, hiking, dsb secara sendiri. Nah, dari situ saya inget, saya juga pernah lonely trip.

Aslinya, ko bisa saya lonely trip itu ya karena ga ada temen yang bisa diajak. Biasanya klo saya pergi trip ke alam-alam gtu (karena saya suka wisata alam) saya selalu ngajak temen. Yah, mungkin lagi ga tepat waktunya untuk jalan bareng dan disisi lain saya udah ngebet pengen nyoba something new, juga jadwal yang padet. Alhasil saya putusin berangkat sendiri. Bismillah.

Yang paling utama lonely trip itu ya kemauan dan tekad (apa bedanya ya?). Klo ga mau, ya akhirnya ditunda-tunda sampe ga jadi. Mau nunggu kapan lagi?? Kita kan ga tau besok bakal kayak gimana. Yaudah, kalo udah bilang mau pergi dalam waktu ini ya pergi. Hehe.

Setelah persiapan mental, baru setelah itu persiapan fisik dan perlengkapan. Saya uda nge-trip sendirian ke puncak Nglanggeran, puncak Suroloyo, dan ke gua yang ada di tebing timur Pantai Parangtritis. Tenang, saya nyadar trip diatas ga terlalu extreme ko. Puncak-puncak itu ga lebih dari 1500m tingginya, juga udah wisata yang ‘dikenal’.

Kalo bener-bener lonely trip ekstreme kayak yang difilm itu, beuuh. Itu mah kelas atas, tingkat tinggi. Tapi prinsipnya sama, siapin mental dan siapain fisik dan peralatan. Well, itu aja sharing trip untuk kali ini. Sebenernya pengen banget posting foto-fotonya waktu lonely trip, tapi sayang mesti waktu itu saya ga bawa kamera. Hmmm….

Ok, tunggu postingan selanjutnya ya. Watch out!!

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: