Surat untuk Terkasih

25 November 2012 at 01:13 | Posted in Ceritaku | Leave a comment
Tags: , ,

Kasih, hari ini, kamu bertambah dewasa, berkurang umurmu di dunia. Sudah kah tersadar olehmu? Atau kamu masih manja dengan gemerlap dunia, terlena hiburan hiburan mengasyikkan.

Kasih, hampir 4 tahun kita telah bersama, kala itu aku mulai dengan pertemuan pertama yang indah dengan memberimu surat jujur dalam diri. Lambat laun aku mengenalmu lebih dalam, dan dalam waktu yang singkat, kau bersanding dalam hati dan diri. Meliukliuk lewat memori agenda hariku dan hampir semua hal yang terpikir. Kau tau, karena semua itu karena aku mencintaimu.

Kasih, hingga sampai sekarang, diusiaku yang semakin senja, dan keinginanmu untuk terus berkembang dan maju, aku masih saja terus mencintaimu, mendukungmu, mengeluk-elukkanmu bahkan menangisimu. Bersama kita belajar akan arti mencintai, berbagi, beradaptasi, dan memberi. Ahh, ini semakin menambah kecintaanku padamu.

Kasih, akhirnya aku harus memulai ini. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Jujur, awalnya tak pernah terpintas olehku untuk melepasmu pergi. Kesetiaan ini sudah terlalu menusuk terjangkar dalam diri.

Mungkin, inilah akibat kita yang tidak pernah berikar untuk sehidup semati, atau mungkin diri ini yang berlebihan untuk mencintai, dan itu tidak baik. Teringat jerih payang senang sedih semua yang telah kita lewati bersama mungkin hanya sekedar ilusi, imajinasi, dan keragaman yang tak jelas. Kasih, aku ingin memilikimu dengan suutuhnya. Mengikatmu dengan tali yang tak pernah putus. Tapi jika kupikir, bayangan terindah itu semua hanya ada dalam mimpi. Maka, kupindahkan semua jalan cinta ini pada sebuah mimpi yang tak pernah terputus, aku mencintaimu kasih.

Menutup surat ini, aku berpesan padamu untuk tetaplah bertahan berjuang perbaikan yang kontinu, masih banyak hal yang bisa kau tempuh, dari sini, sebuah harapan dan doa tak henti-hentinya terucap untukmu terkasih. Meski sepertinya perpisahan ini menyakitkan, tapi segenap hati ini merindu. Mau tak mau kuharus melanjutkan yang tersisa. Salam Jalan Terus!

Teruntuk ia yang berdiri 28 September

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: