Lestari Air (Part 2)

24 October 2012 at 13:21 | Posted in Info | 1 Comment
Tags: , , , ,

Bagi orang yang diberiNya ilmu lebih, permasalahan air sudah menjadi masalah yang krusial. Air yang semakin sedikit dan tercemar ini jika tidak segera diatas kelestariannya, bukan hanya manusia yang akan mendapat akibatnya tapi juga hewan, tumbuhan, lingkungan dan global. Oleh karena itu, orang-orang berilmu telah menyepakati untuk melakukan perbaikan segera untuk masalah ini. Mereka menuangkannya dalam MDGs, Millenium Development Goals. Ya, memang tidak hanya masalah air yang ada didalamnya, tapi juga kesehatan, pendidikan, global warming, dan masih banyak lagi maslah krusial.

Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana? Maka tersebutlah salahsatunya untuk mendukung MDGs tersebut dengan sistem terintegrasi atau terpusat. Lalu apa sistem terpusat itu? Maksud saya sistem terpusat itu seperti apa yang dilakukan PDAM saat ini (sebenarnya tidak ada atau tepatnya belum disepakati sih penggunaan kata sistem terpusat ini) dimana air dikelola untuk dibagikan dengan hubungan timbal balik, masyarakat dapat air bersih, pemerintah mendapat masukan untuk terus mengelola air bersih tersebut. Sistem seperti ini sangat bagus agar masyarakat sadar pentingnya air sehingga berhemat, kelestarian air terjaga karena pengambilan air yang terpusat, juga kesehatan airnya. Ya meskipun masih terdapat compang camping pengelolaan disana sini. Paling tidak tindakan ini sebagai upaya untuk melestarikan air.

Hal seperti ini yang telah dikembangkan di kawasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. PDAM yang swakelola, artinya dibuat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Masyarakat yang membangun serta mengelolanya sendiri. Mereka menyebut dirinya dengan PAMDES, Pengelola Air Minum Pedesaan (atau terkadang PAMDUS, Dusun). Pemerintah hanya memberikan bantuan perpipaan, pompa dsb. Tentunya pemberian bantuan ini tidak langsung diberikan tapi dari masyarakat sendiri yang mengajukan proposal ke pihak pemerintah dibawah Kementrian PU atau Dinas PU setempat.

Para PAMDES/PAMDUS ini menggabungkan dirinya dan membentuk paguyuban yang disebut PAMMASKARTA, Paguyuban Pengelola Air Minum Masyarakat Yogyakarta yang pembentukannya disyahkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan. Meski masih saja ada yang kekurangan air pada musim kemarau terutama di Gunung Kidul, adanya PAMMASKARTA ini menjadi rotor penggerak masyarakat untuk membuat sistem PAMDES.

Selain itu, bicara soal penyediaan air bersih dan pelestariannya, tak jauh dengan komunitas yang menyebut dirinya Waterplant Community. Apa saja sih kerjanya? Itu komunitas sperti apa? Simak pembahasan selanjutnya ya…

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] masa depan serta sedikit mengenai apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestariannya. Part 2 membahas mengenai sistem terpusat mengenai penyediaan air bersih bagi masyarakat. Ini termasuk […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: