Aku (memang) Rindu Indonesia Lebih Baik

3 February 2011 at 08:10 | Posted in Al-Ilmu, Ceritaku | 1 Comment
Tags: ,

Mau tau kehidupan perpolitikan di Indonesia? Porak poranda, ketidakjelasan, aneh, indefinable, semua ada di Koran atau media massa karena menurutku media massa lebih jelas beritanya ketimbang TV. Selain itu, beberapa tambahan bacaan yang berkaitan juga menambah nilai berita yang ada.

Sudah sejak tiga hari ini aku rajin membaca harian Kompas. Ini terjadi karena aku ga ada kerjaan tambahan selain kerjaan seperti biasa. Toh, ada Koran nimbrung disitu, daripada ga kebaca itung-itung juga menambah wawasan untuk kedepan dan dunia kepenulisanku.

Tiga hari telah berlalu dan aku bisa mengikuti perkembangan berita dari berbagai belahan dunia. Mulai dari Mesir hingg Indonesia. Mulai dari opini hingga politik, serba-serbi hingga klasika. Semuanya ku lahap, mungkin karena efek jarang baca Koran juga.

Sungguh, berita dan rekan-rekannya sangat membuatku resah gelisah. Terutama politik di Indonesia, kebijakan-kebijakan, logika dan moral pemimpin, hingga keadaan tanah air yang begitu memprihatinkan. Hmmm….kecewa telah kudapatkan, sedih telah kurasakan saat membaca dan mendengar kabar Indonesia. Bagaimana bisa seperti ini?

Kebijakan impor beras saat panen raya di Indonesia, kasus penangkapan 19 anggota DPR, pemimpin KPK yang ditolak rapat DPR, SBY yang berucap gajinya belum naik dan sebagainya adalah gambaran Koran di Indonesia.

Ingin sekali rasanya berteriak dan memberi nasehat. Tapi saat aku ingat perkataan Rasululla Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam “Meskipun kamu diperintah oleh budak Habsyi yang (jelek) terpotong hidungnya tetaplah kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpinmu dengan Kitab Allah.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1062). Ada lagi Dari Ady bin Hatim ia berkata, kami berkata : “Ya Rasulullah, kami tidak bertanya tentang ketaatan kepada orang yang bertaqwa tapi (bagaimana) terhadap orang yang berbuat begini dan begitu –ia menyebut berbagai kejelekan–.” Beliau berkata : “Bertaqwalah kamu kepada Allah dan tetaplah kamu mendengar dan mentaatinya.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1069). Terus, Dari Abi Sa’id Al Khudri ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Akan ada nanti para pemimpin yang kulit menjadi lunak terhadap mereka sedangkan hati tidak tenteram kemudian akan ada pula para pemimpin yang hati manusia gemetar karena mereka dan bulu kuduk berdiri karena (takut) kepada mereka.” Lalu ada yang bertanya : “Ya Rasulullah apakah tidak diperangi saja mereka?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab : “Tidak, selama mereka menegakkan shalat.” (Ibid nomor 1077). Dari Abu Dzar radliyallahu ‘anhu ia berkata :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendatangiku ketika saya di mesjid lalu beliau menyentuhku dengan kakinya dan bersabda : “Apakah kamu sedang tidur di tempat ini?” Saya menjawab : “Wahai Rasulullah, mataku mengalahkanku.” Beliau bersabda : “Bagaimana jika kamu diusir dari sini?” Maka saya menjawab : “Sungguh saya akan memilih tanah Syam yang suci dan diberkahi.” Beliau bertanya lagi : “Bagaimana jika kamu diusir dari Syam?” Saya berkata : “Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya perangi dia, ya Rasulullah?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab : “Maukah aku tunjukkan jalan yang lebih baik dari tindakan itu dan lebih dekat kepada petunjuk –beliau ulangi dua kali–? Yaitu kamu dengar dan taati, kamu akan digiring kemanapun mereka menggiringmu.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1074). Ilmu lebih lengkap http://groups.yahoo.com/group/Salafi-Indonesia/message/1309

 

Maka dari situ pula, SABAR lah, contohlah dan kerjakanlah perintah Allah dan Rasul mu, taat dan patuh pada Pemimpin. Doakanlah mereka.

Dalam perenunganku, apa jadinya semua rakyat berdoa untuk kebaikan Pemimpin dan Pemerintahannya. Tentunya aku yakin, Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita, insyaAllah negara yang aman dan damai lagi sentausa. Tak perlulah ada demo anarki dan sejenisnya jika semua orang hanya berdoa untuk kebaikan pemimpin, tentunya keinginan doa itupun timbul karena rasa keprihatinan yang berpijak pada akhlak-akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah shallallahu’alahissalam.

Mari kita doakan untuk para Pemimpin kita agar mereka diberi hidayah karena dengan itu amanah yang mereka emban, pekerjaan yang mereka lakukan semata-mata untuk ridha Allah dan kebaikan bersama.

 

*duduk dalam rumah sakit

 

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ehmm..kayaknya klo cuma berdoa aja gak cukup.
    ”Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali kaum itu merubahnya”

    mgkn saat ini kita blm bisa bicara,menasehati,berteriak lantang di depan mereka karna kita bukan apa2 dibanding mreka shg hanya bisa berdoa utk mereka. Tapi,di sisi lain,mulai sekarang kita persiapkan diri kita jika kelak diberi kesempatan menggantikan mereka sebagai pemimpin negeri ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: