Ceritaku ()26 Juni 2010()

2 July 2010 at 13:47 | Posted in Ceritaku | 4 Comments

Bismillah

Minggu, 26 Juni 2010. Aku menuju bojonegoro untuk mengikuti resepsi pernikahan saudaraku. Saudara jauhku, akupun ga tau bagaimana silsilahnya, katanya sih yang menikah itu cucu dari adiknya kakekku. (gag bingung kan)

Tanda tanya besar

Dalam perjalananku menuju bojonegoro, aku melihat banyak sekali acara pernikahan.awalnya, aku pikir “oh paling ga sengaja bareng”, tapi semakin jauh jalan yang kulewati semakin banyak pula acra pernikahan yang kulihat, entah itu resepsi atau akad nikah. Aku mulai bertanya, “apa ini musim kawin ya”. Hm…aneh banget, kayak hewan aja ada musim kawin. Pertanyaan itu kupendam hingga akhirnya aku selesai mengikuti acara resepsi.

Terpelosok

Aku ga ngerti posisi pasnya daerah mana dari bojonegoro acara resepsi itu. Yang jelas, kalo ga mau repot, bawa kendaraan sendiri karena selain jalannya yang rada-rada ‘error’ juga ga ada transportasi kecuali ojek, tentunya bayarnya muahal.

Berisik

Acara kemaren diadain dibalai desa, cukup sederhana. Tapi satu hal yang bikin aku sebel itu kenapa soundnya gedhe banget volumenya, berisik banget. Ditambah lagi, lagunya itu lho…dangdut. Udah gtu, ada shalawatan yang di’dangdut’in. Ya ga nyambung lah…gimana mau meresapi klo musiknya aj seribut itu. Ga enaknya lagi, waktu itu kan ceritanya kita juga silaturahmi sama saudara2 lama plus jauh, nah kita saling kenal-kenalan, itu ga konsen ga enak banget rasanya akibat suara sound itu. Ck..ck..ck…. Y Allah beri kami kesabaran karena engkaulah Maha Penyabar.

Rajab=bulan nikah

Pertanyaan itu masih ku pendam, hingga akhirnya aku sampai di jogja kembali dan langsung kutanyakan dengan simbahku, ternyata dugaanku benar. Rajab=bulan nikah. Artinya, orang2 jawa percaya klo bulan rajab itu bagus utuk nikah, entah darimana tradisi itu berasal. Namun, sejatinya apapun yang kita lakukan harus memiliki landasan-landasan yang kokoh dan ilmiah. Sebagai seorang muslim tentu berpijak pada Qur’an dan Sunnah, kita tanya/cari apakah Rasulullah shalallau’alaihiwasallam menjadikan seperti itu????

Nambah bingung.

Aku pernah membaca dari novel Habiburrahman, entah yang ayat2 cinta atau kcb, dsitu disebutin—intinya—kalo tradisi ato budaya jawa itu salah satunya terbentuk karena kebiasaan yang diamati berulang2, sehingga jadilah tradisi. Klo ilmiahnya, dihitung probabilitasnya suatu kejadian tsb. Nah, karena probabilitasnya suatu hal itu terjadi sangat tinggi, maka diambil kesimpulan bahwa ini selalu (sering) terjadi. Akhirnya terjadilah tradisi. Kalo ga salah aku nangkep cerita di kcb itu kyk gtu, maaf klo salah dan tlong dikasih tau/disanggah.  Padahal yang namany probabilitaskan ga mungkin 100% kan…artinya, jangan menganggap tradisi/budaya itu berlebihan, sakral, atau tabu. Yang paling bener itu ya Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman salaful ummah. Kalo itu, jangan diragukan lagi! Nambah bingung, kenapa orang2 masih pada nganggep hal2 seperti ini (tradisi menyimpang qur’an sunnah) dilakuin?????tanya kenapa????

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. begini bro nashril,
    sebenarnya semua bulan kan baik buat menikah ya tho?
    Skrg saya tantangin sampeyan nikah bulan syuro bisa ga ? Hehe

  2. bukan bgtu maksudku,.kenapa hanya rajab gtu lho yang jadi itu

  3. rajab 1431 aku menikah, rajab 1433 pernikahanku berakhir😦


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: