Cerita Kucingku (Bag 1)

26 June 2010 at 04:51 | Posted in Ceritaku | Leave a comment

Allah ta’ala memberikan begitu banyak nikmat pada kita, mulia dari nikat hidup, nikmat diberinya iman ini, nikmat bisa bergerak, bernafas, berpikir, mencintai, tidur, makan, dsb. Maka, Maha Benar ALLah yang telah menjadikan semua ini, yang mengulang perkataan-perkataanNya dalam”maka nikmat Tuhan mu manakah yang kamu dustakan”.

Tak terkecuali nikmat mampu mencintai dan mengasihi hewan, khususnya bagi yang suka hewan piaraan. Jujur, aku sangat menyukai kucing, mungkin bisa dianggap kesukaan wanita, but it’s no problem. Apalagi kalo kucing nya lagi lucu2nya, yaitu saat umur balita (satuan takaran umur kucing {STUK}). Imut-imut, apalagi kalo dia kendel (berani) dan nggak takutan (bedanya apa??).

Alhamdulillah, aku pernah merasakan suka dukanya dalam menghadapi bahtera pengasuhan kucing (lebay!). Mulai dari kecil hingga ia menjadi dewasa, bahkan saat melepaskan masa lajangnya, dan melahirkan pula. Ck…ck…ck….bener2 emang. Saat2 itu adalah salah satu terindah, terendap dalam pikiran.

Bogor, adalah kotanya. Setelah kepindahan rumah kontrakan, tidak lama berselang, ada seekor kucing imut2 masih kecil. Sengaja kuberi makan dan kuberi susu. Dan kuberi tempat alas tidur pula. Secara tidak langsung aku merawatnya karena orang tuaku kurang begitu setuju. Akhirnya, orang tuaku memberikan izin juga untuk ia (kucing) menjadi salah satu bagian dari anggota keluarga kami. Awalnya emang gag mau, khusunya ayahku, namun umi membujuk untuk diperbolehkan, itung2 cari pengalaman. Because, ternyata umi ku dulu pernah memiliki kucing yang udah dikebiri (dipotong kemaluanny), sehingga lulut banget, kemana2 selalu ngikutin si empunya. Aku jadi lebih pengin ngerawatnya, tapi masalhny kucing kecil ini berkelamin betina. Hm…ternyata.

Lanjut, kucing imutku ini kuberi nama pusi, I dunno what does it mean. Dan pemberian nama itu pun berasal dari adikku saat memanggil kucing ini secara spontan. Hm…boleh juga. So let’s call it, pusi. Masa kecinya, seperti kebanyakan balita (STUK), dia sangat atraktif, bahkan sampai hiperaktif mungkin. Gimana ngga, mulai dari pagi hingga malem, kalo diajak main dengan menggerak2kan sebuah lidi sejurus dia langsung siap bermain. Tau ngga klo dia lagi main. Pupil matanya melebar, facenya dibikin imut (ga tau denk, dibuat2 atau alami), trus sense nya meningkat. Hm…yummy…loh… hal yang tidak terlupakan itu kalo hari udah malem. Trus waktunya tidur. Kupanggil pusi, dia datang dan kuangkat, kupeluk, dan kupangku diantara 2 femurku yang kurapatkan. Sambil kuelus-elus dia terlihat pulas beberapa saat kemudian. Serasa kayak punya bayi. ^^. Dengan pelan2 kuangkat dan kuletakkan di tempat tidurnya.

Hari bertambah, bulan pula. Sudah semakin dewasa rupanya. Eh…tiba-tiba ko hamil. Hm…ga bilang2 lagi kawinnya ama siape?! Terpaksa aku harus merelakan kelucuannya. Soale saat hamil itu dia jarang banget main. Kalopun mau main cumin sebentar.

Walaupun menyesal ga bisa nikmatin kelucuannya, aku jadi sedih. Dia harus menggendong kehamilannya. Aku mencoba ngebayangin gimana susahnya nggendong janin yang ada dirahim, seperti ibu2 juga. Gimana beratnya, hm….buat istriku nanti (^^) aku akan berusaha untuk selalu membantumu dan menguatkanmu. Afwan ya…ga nyambung. Lanjut, akhirnya si pusi’s beibi udah lahir, tapi di luar rumah. Waktu itu aku sedang sibuk2nya sekolah jadi ga bisa njenguk si anak tadi. Nah, pas lagi kosong mau jenguk, eh..tiba2 si anak tadi dibuang oleh tetangga. Dia berisik denger jeritan kecil beibi2nya si pusi. Aduh…aku kan belum sempet jenguk bu. Beuuh…!!

Yaudah, aku relain kepergiannya. Nah, disini ada kesedihan juga. Si beibi itu kan seharusnya butuh asi. Nah si pusi memproduksi terus, tapi karena beibi nya dibuang, ya ga bisa nge-asi-in deh…kasian banget, soale kelenjer susunya lama kelamaan membengkak, kata umi, “itu rasanya sakit lho..yang seharusnya dikeluarin tapi menumpuk”. Maafkan lah tetanggaku itu kucingku..

Ceritanya bersambung gan,..,.,,.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: