Perguruan Tinggi Idaman

30 April 2010 at 04:09 | Posted in Info | 4 Comments

Setiap orang pasti memiliki perbedaan dalam mendefinisikan apa itu cinta. Begitu juga definisi dari perguruan tinggi idaman. Namun, seperti cinta, walaupun mereka memiliki definisi yang berbeda-beda, mereka memiliki suatu standar yang sama. Pun dengan perguruan tinggi idaman, mereka bisa merangkai bermacam macam kalimat untuk mendefinisikan perguruan tinggi idaman. Namun mereka memiliki satu rasa yang sama tentang kampus idaman dan rasa itu terletak di hati yaitu mereka mencintai kampus mereka. Mengapa mereka mencintainya? karena mereka menghadirkan hatinya dalam mengikuti kehidupan di perguruan tinggi. Oleh karena itu, sebelum melanjutkan lebih jauh mengenai definisi kampus idaman tanyakanlah pada diri sendiri tentang pilihanmu kemudian mantapkan itu dihatimu, sehingga ketika mereka berkuliah diperguruan tinggi mereka menghadirkan hati dalam kehidupan kuliahnya maka apapun kata orang mengenai kekurangan atau hal berbau negaatif kampus mereka tidak akan membuatnya menyerah atau perasaan menyesal telah memilih perguruan tinggi tersebut. Seperti kata pepatah “emas dalam kubangan tetaplah sebuah emas”. Dari sini dapat diambil suatu hikmah bahwa hati merupakan dasar pemikiran atau pandangn kita terhadap sesuatu. Sehingga Rasulullah ‘alahissalam pernah berkata bahwa ada segumpal darah dimana jika darah itu baik, maka seluruh tubuh akan baik dan sebaliknya, dan segumpal darah itu adalah hati.

Namun, terkadang dalam menentukan suatu pilihan yang sesuai hatinya, biasanya bagi cara camaba (calon mahasiswa baru), terbentur dengan kepentingan orangtua. Beruntung bagi orangtua yang pengertian atau tidak memaksakan kehendak. Bagi yang tidak, hal ini menjadi sebuah momok baginya. Dan jalan yang paling penting adalah untuk saling berbicara satu sama lain, sehingga bisa tercapai suatu kesepakatan. Dan tak lupa serta paling utama adalah komunikasi dengan Sang Pencipta, Allah subhanhuwata’alaa, karena Dialah pemilik alam semesta dan pengaturnya. Maka berdoalah untuk selalu memohon agar diberikan yang terbaik dan sesuai dengan pilihan kita. Perlu digaris bawahi bagi para camaba mengenai pilihannya bahwa mereka juga harus memikirkan kemampuan yang ia miliki.

Poin pertama, jika belum kuliah maka tentukan pilihan perguruan tinggimu sesuai dengan hatimu dan pikirkan kemampuan yang ada dalam diri sendiri sebelum memutuskan. Jika sudah berkuliah maka hadirkan hati dalam setiap menjalankan kehidupan kuliahmu.

Selanjutnya, dibawah ini adalah daftar criteria perguruan tinggi idaman saya, semoga dapat member manfaat. Yang pertama adalah factor internal. Karena factor inilah tempat dicetaknya perubahan-perubahan menuju lebih baik tentunya.

1. Lingkungan kondusif
Hampir bisa dikatakn mustahil jika perguruan tinggi terjadi konflik yang berkepanjangan seperti yang terjadi pada salah satu perguruan tinggi di Makassar. Sungguh sikap yang sangat tidak bijak jika perguruan tinggi dibuat tawuran seperti tidak berpendidikan. Oleh karena itu, lingkungan kondusif ini menjadi syarat utama perguruan tinggi berjalan. Lalu bgaimana kriteria lingkungan kondusif? Jika menilik dalam TriDharma perfuruan tinggi, maka seharusnya ini lah yang perlu dijunjung setia civitas akademika untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif. Apa saja Tri Dharma itu? Adalah Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Sehingga tidak hanya persaingan dalam mencari nilai yang saat ini para mahasiswa lebih mementingkan, tapi persaingan untuk memajukan kehidupan bermasyarakat itu sendiri. Dalam pendidikan, setiap civitas selalu berusaha untuk menjadi lebih baik karena pendidikan, artinya pendidikan itu sendiri tidak hanya dianggap sebagai sebuah ilmu namun menjadi amal nyata dalam kehidupan, itulah mengapa ilmu menjadi hal yang bermanfaat. Penelitian, aplikasi dari ilmu yang didaptkan tadi digunakan untuk menkaji sebuah masalh dan diruumskan solusi yang paling mendekati sempurna. Pengabdian masyarakat, menjadi tolak ukur seberapa bagusnya perguruan tinggi tersebut berguna untuk masyarakat, bangsa, dan negaranya. Karena disinilah peran perguruan tinggi untuk memajukan skesejahteraan umum dibuktikan. Tidak hanya sekedar internal dalam kampus saja, juga eksternal.

Tentunya untuk mewujudkan hal diatas butuh perjuangan ekstra keras, sehingga dibutuhkan civitas akademika yang bermoral, kreatif, inovativ, dan tahan banting. Disinilah peran recruitment atau seleksi baik mahasiswa dan dosen sangat penting. Artinya, dosen maupun mahasiswa yang terseleksi memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi. Selain tersebut diatas, nilai historis dalam suatu perguruan tinggi menjadi nilai tersendiri. Bagiamana pengalaman2 pahit dalam mengelola kampus menjadi batu loncatan untuk menjadi lebih baik.

Poin kedua pedoman perguruan tinggi, Tri Dharma, pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat

2. Biaya

Sudah mahfum jika orang berfikir ada uang ada kualitas, statement itu sllu melekat bagi setiap orang yang ingin melanjutkan pendidikannya. Namun, agaknya mitos ini harus kita rubah, kita tahu bahwa pemerintah telah menganggarkan 20% untuk pendidikan, artinya ada banyak peluang bagi orang2 yang mau melepaskan kondisi nyamannya untuk terus berjuang mendapatkan beasiswa jika memang tidak mampu. Selain itu, kesadaran untuk mengembangkan sdm Indonesia jgu meningkat terbukti dari banyak perusahaan yang mengeluarkan beasiswa utnk orang2 yang berkompeten. Walaupun ada timbale balik tentunya.

Ibu saya—yang sangat kucintai—selalu mengingatkanku agar selalu meniatkan mencari ilmu, ilmu yang bermanfaat, tidak untuk mencari uang. Ibuku selalu menanamkan bahwa rejeki itu ada dibelakang ilmumu. Hal ini baru aku sadari ketika aku mengingat seorang teman kecilku (soulmateku). Ia pernah bercerita tentang pemikirannya kala itu. “Anak2 zaman sekarang lebih menghabiskan banyak waktu untuk bermain (kegiatan yang tidak bermanfaat) daripada belajar, kemudian jika kelulusan,klo ditanya “kamu mau lanjut kemana?” mereka menjawab, “langsung kerja”, ga punya duit, padahal jika mereka mau belajar serta bekerja keras sehingga dia pintar kemudian dari pintar itu dia bisa ikut lomba2 dan beasiswa tentunya dapat uang setidaknya mereka bisa membantu sedikit orang tua dalam hal biaya.” Sejalan sekali memang.
Poin ketiga berusahalah sekuat tenaga melepas zona nyamanmu.

3. Fasilitas

Fasilitas memadai sangat diperlukan untuk menopang keberlanjutan proses universitas itu sendiri. Tentunya sikap universitas yang baik adalah selalu mengedepankan kepentingan—yangbermanfaat—bagi peserta didiknya. Artinya, pihak universitas seharusnya memudahkan birokrasi bagi civitas akademika saat ingin menggunakan fasilitas. Contohnya memudahkan dalam hal peminjaman laboratorium.

Poin keempat, universitas mengedepankan kepentingan peserta didiknya dalam hal yang bermanfaat.

4. Eksternal

Tidak kalah pentingnya adalah hubungan dengan dunia luar. Dunia luar disini universal, bisa pemerintah, instansi atau perguruan tinggi lain. Menurut saya, hubungan ini akan sebanding dengan kualitas dari perguruan tinggi itu sendiri. Artinya instansi lain akan mau menjalin kerja sama jika memang kualitas dari perguruan tinggi itu sendiri mumpuni, so perbaiki internal dahulu.

5. Semangat Entrepreneurship

Saya jadi teringat perkataan Soekarno, salah satu idola saya, beliau berani mengambilresiko untuk “berdikari”. Rakyat mau menderita agar nantinya bisa membangun negaranya sendiri. Bukan seperti sekarang, sumber daya alam dikuasai pihak asing. Merek mengeruk sejadi-jadinya sumberdaya kita, mirisnya lagi, beberapa teman saya malah memiliki berkeinginan untuk kerja diperusahaan asing tersebut, tentu saja alasannya gaji besar. Harusnya semangat berdikari inilah yang diambil, dimana para mahasiswa serta dosen berani untuk berdiri sendiri. Bikin kerja bukan cari kerja.

Itu pendapat saya tentang perguruan tinggi idaman. Lantas manakah perguruan tinggi idaman? Jawabannya ada pada hati masing-masing pembaca.

Semoga bermanfaat.

Dalam upaya kompetisi blog uii yang diadakan salah satu universitas terbaik Indonesia, Universitas Islam Indonesia.

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hm, ikut lomba blog uii juga ternyata…

    • hm…iya ni.,butuh jam terbang lebih tinggi lagi biar sama seperti situ.,

      terimakasih untuk kunjungannya.

  2. Kadang waktu mo kuliah, tuh kan kita jiwanya masih labil, biasanya gikut kata orang aja. Hehehe,Mbak juga gitu dulunya, tapi meski gitu akhirnya cinta juga sama tuh kampus….

    • betul betul betull,.,.teori witing tresno sudah berjalan tuh….hehe

      emang mbak dulu jurusan apa mbak??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: