TENTANG TIDAK MUNGKINNYA DUA HAL YANG BERBEDA BERKUMPUL DALAM SATU TEMPAT

22 April 2010 at 11:58 | Posted in Al-Ilmu | 4 Comments

Bismillah

Sungguh kalimat yang menyentuh hati, khususnya bagi kita wahai para pemuda. Dari Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah yang ditulis dalam kitabnya Al Fawaaid. Kalimat yang indah, padat bermakna, simple,dan logis.

TENTANG TIDAK MUNGKINNYA DUA HAL YANG BERBEDA BERKUMPUL DALAM SATU TEMPAT

Suatu tempat akan menerima kehadiran sesuatu apabila ia kosong dari lawan sesuatu tersebut. Begitu juga halnya hati. Manakala ia penuh berisikan keyakinan yang batil dan cinta kepadanya, maka ia tidak akan ditempati oleh keyakinan yang hak dan kecintaaan terhadapnya, sebagaimana halnya juga lidah. Jika ia sibuk dengan pembicaraan yang tiada guna, maka kata-kata uang bermanfaat pasti tidak mengisi bibirnya kecuali setelah bibir dan lidah itu hampa dari ucapan batil itu. Dan anggota badan, manakala sibuk dengan kegiatan kemaksiatan, pasti akan dijauhi oleh amal dan ketaatan. Maka, hati yang berisikan mahabbah ‘cinta’ kepada selain Allah dan penuh dengan ketertambatan kepada makhluk, pasti tidak akan dimasukin oleh mahabbah kepada Allah.

Apabila kalbu seseorang penuh dengan perhatian kepada ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat, maka tidak akan bercokol kepadanya perhatian kepada Rabbnya dan kepada ilmu-ilmu yang berguna, baik yang berkenaan dengan asma dan sifat-sifat Allah maupun hukum-hukumNya. Mengapa demikian? Karena, hati itu seperti telinga. Kalau ia tidak mau mendengar kepada pesan-pesan Allah, maka pesan-pesan Allah itu tidak masuk kedalamnya dan tidak akan memahaminya. Bila kalbu mengingat selain Allah, maka dzikrullah tidak mempunyai tempat padanya sebagaimana halnya lisan. Oleh karena itu, dalam hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

“Sungguh! Bagian tubuhmu diisi oleh nanah sampai muntah karenanya adalah jauh lebih baik daripada diisi oleh syair-syair.” (HR Bukhari dan Muslim)

Yang sejenis dengan syair-syair adalah berbagai keraguan, aneka khayalan, pandangan-pandangan berupa kesalahpahaman dalam agama dan impian-impian mustahil, lelucon, dan lawak-lawak yang tidak berguna. Ketika hati seseorang dipenuhi oleh hal-hal diatas, maka ketika Al-Qur’an dan ilmu-ilmu yang berguna datang padanya, AlQur’an dan ilmu-ilmu tersebut tidak menemukan tempat, akhirnya pergi darinya. Sebuah nasihat tidak akan menetap di hati apabila ia telah dihuni oleh lawannya.

Wallahu’alam bishawab

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kebaikan dan keburukan masing2 ada tempat tersendiri. Jika mau baik,tempatkan yang baik2 di dalam setiap aktivitas….

  2. Pertamax. . .
    Salam kenal.
    Blogwalking

  3. mamper lagi ah…

  4. Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^ Salam dari teamronggolawe.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: