Sharing…

9 March 2010 at 11:10 | Posted in Ceritaku | 2 Comments

Akhir-akhir ini saya sangat sibuk dengan pekerjaan yang namanya PKM, bah…..kegiatan ni sangat menguras waktuku, sampe gag bisa postin, sebenere klo kita bisa manejemen waktu yang baik sih gapapa..(eits..lagian emang ga niat postin ko,.wheheehe). setiap hari harus mikirin yang namanya pkm, perfeksionis.
Wah..sudah lama gag posting blog, knapa ya,.aku selalu bingung mo posting apaan. Mo posting ini ah jelek, ini itu ah jelek…jadinya kan gag jadidaji…emang parah. lanjut, tulisan kali ini dapat inspirasi dari YM dan Facebook. Hari ini ak mo nulis tntng suatu pembuktian (ga ilmiah si sebenere) dari ayat2 allah, sehingga bisa terkuak,.ok kita uraikan.,semoga aku bisa lebih banyak besyukur dan memaknai ini semua, Alhamdulillah….
1. “Allah tau kita datang dg dosa sebesar gunung, Allah taukita datang dg dosa seluas samudra,banyakmaksiat yg kita lakukan,banyak kebohongan yg kita jalankan,tp ktika qt dtg pd-Ny,Dia tdk pernh menolak,malah Dia senang menerima.Dia tdk pernah marah kpd Qt,seberapapun Qt menyakiti-Ny.Dia hny marah,sbb perbwtn buruk Qt hny akn mnghalangi Rahmat-Ny.” Pernyataan dikutip dari salah satu updatesttus facebook tmen SMA, dari situ kita dapat tahu alesan kenapa seseorang terkadang bilang “kenapa sih kok ak ga dapet hidayah hidayah”, selain itu bahwa ALLAH adalah MAHA PEMBERI RAHMAT, jadi yang salah itu di kitanya, kenapa kita gag berhenti terus minta untuk diampuni supaya hidayah nyampe, bisa di analogikan sama helipad (tempat turnnya helicopter), helicopter tidak bisa turun disembarang tempat, tapi harus ada tempatnya, seperti itu juga hidayah, tidak akan bisa turun klo kita gag berusaha untuk menyediakan tempat hidayah itu sendiri kecuali orang2 yang telah dipilih oleh ALLAH subhanahuwata’alaa..itulah allah menurunkan ayat allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak berubah,.wallahu’alam
2. Diambil dari hasil teleconference dengan dosen di amrik tentang pelajaran filsafah ilmu pengetahuan, bahwa intinya sains itu tidak bisa membuat kerusakan ato kesalahan, yang bikin salah itu manusianya. Terbukti! bahwa kerusakan dibumi itu disebabkan oleh tangan-tangan manusia (dalam salah satu ayat di Qur’an) jadi bukan sains/pengetahuannya, tapi penggunaan sain oleh manusia yang disalahgunakan.
3. Adalagi, masih dalam kutipan teleconference dengan dosen “perbedaan mendasar sains dan teknologi bahwa sains bisa salah dan tidak memberikan dampak apapun dalam kehidupan kita. Tapi teknologi tidak boleh salah, karena akan menghancurkan manusia, peradaban kemanusiaan itu sendiri. anda membangun jembatan tidak boleh salah. kalo salah jembatan ambrol, manusianya pada celaka dan bahkan mati. dan anda tidak bisa hanya minta maaf salah bikin jembatan. Artinya, harus dihitung secara cermat sebelum diimplementasikan”. Maksudku disini bahwa kita harus selalu berusaha sekuat tenaga dahulu kemudian baru serahkan sama ALLAH azza wa jalla, jadi sebenere pelajaran tentang probabilitas itu ga sia-sia. Hal ini menanggapi pernyataanku waktu pertama kali dapet pelajaran probabilitas yang s*s*h (menurutku) bahwa “ngapain belajar probabilitas, kan yang nentuin allah, walopun probabilitasny 99% jgua klo allah ga mau ya batal lah…”

4. ada satu lagi nih….dapet dari hasil blog walking..bahwa klo kita ngomong atau berpresespsi ato berpegang ato apalah pada statemen ‘u can if u think u can’ maka hal ini (disebutkan dalam cerita diblognya) termasuk hal yang sekuler. Kenapa? karena ada statemen yang lebih spektakuler “Menurut saya, mungkin lebih cocok bahwa segala sesuatu itu sesuai persangkaan hamba kepada Allah. Seperti dalam hadits itu kak, bahwa sesungguhnya Aku sesuai persangkaan hamba-Ku”. (cerita di blognya) subhanallah allahu akbar…Dikutip lagi “Ya, sesungguhnya prasangka kita terhadap Allah menentukan persepsi kita terhadap kenyataan. Lalu pada akhirnya mengantarkan kita pada cara menyikapi persoalaan”. Dan kutipan terakhir-masih dalam satu rangkaian- yang mmbuat hatiku terusik. “Alhamdulillah, aku bersyukur telah bertemu pria mengesankan ini. Tegurannya yang santun tidak hanya meluruskanku, tapi juga menyadarkanku pada sebuah makna. Bahwa seringkali konsep-konsep dalam kepala kita masih sekuler, tanpa kita sadari. Bahwa kita perlu belajar seumur hidup, dengan siapa saja tak pandang usia.”

maaf  atas segala kekhilafan dan kekurangan,.karena semua berasal dari saya, namun kebaikan dan kebenaran hanya datang dari allah azza wa jalla semata..

allahu’alam bisshawab

alhamdulillah

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. wah.. yang teleconfrence aku ga ikut… T_T
    bagus postingnya srul..😀
    tukeran link yuk.. ?

  2. aku lo.,newbee,ga ngerti untuk tukeran link,.ntar ak ajarin lebih lanjut ya…ok

    makasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: