Tentang Air (bagian 1)
11 May 2012 at 07:58 | Posted in Ceritaku, Info | Leave a commentTags: air, fresh water, hemat, kritis, Lestari air
Saya ingin berbicara tentang air.
Air menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia dan seisinya, bahkan mungkin semesta. Air jadi komponen penting penunjang, penumbuh, perantara, pengisi, penyuplai apapun itu pada kehidupan. Cek saja. Tubuhmu terdiri lebihd ari 50% dari cairan, begitupun otakmu. Bahkan kalo kekurangan sedikit saja bisa berefek signifikan. Belum lagi kegiatan mencuci, memasak, mandi dsb. Begitu krusialnya kegunaan air kan. Dan jelas, Allah telah menyebutkannya terlebih dahulu dari kesemuanya. Baca hayati dan dengarkanlah ayat soal air hujan ini.
“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Ar-Rum [30]:48)
Air, diumpamakan sebagai Continue Reading Tentang Air (bagian 1)…
ironi kontradiktif
22 May 2011 at 18:36 | Posted in Info | Leave a commentTags: aneh, kontradiktif, sms nila
aku baru tersadar setelah membaca ulang sms yang masuk dalam inbox hapeku malam hari. Sms itu saya terima siang hari saat kejadian yang ternyata saya harus korbankan salah satu kegiatan penting itu.
“pendapat saya mengenai ijin yang diminta oleh Nashril (saya): berdasarkan pada kesepakatan diawal, bahwa izin max 2 jam sebelum rapat dimulai mengingat acara Musyawarah LDK jurusan tidak seurgen RPH dan apabila masih betul2 memegang apa yang menjadi kesepakatan awal, maka izin Nashril (saya) ditolak”
Saya terperanjat membaca ulang sms itu,
Hubungi saya ya Nila.,
GC part 1
22 May 2011 at 18:13 | Posted in Info | Leave a commentHari ini menjadi salah satu hari bersejarah bagi GC. Kau tau kenapa?
Karena sejak awal mereka telah mengerti akan esensi dirinya di GC. Yah… ini merupakan kemajuan pesat bagiku.
Pukul 8.30 acara Super Sharing Forga GC “Saatnya PH Mendengar” dimulai. Kami sudah terbiasa dengan ‘jam karet’ dan sedikitnya peserta. Bagi kami, sedikit orang tak apa, semoga mampu menginspirasi dan menyebarkan ke yang lain. Begitu juga dengan waktu, biarlah mereka datang telat dengan alasan apapun karena tanggung jawab ada pada mereka sendri. Benar, karena mereka telah dewasa. Continue Reading GC part 1…
324200411
19 April 2011 at 20:27 | Posted in Info | Leave a commentsebelum saya terlelap dalam tidur panjang, izinkanlah saya urai bbeberapa kata yang sempet ingin terucap namun terhalang pada batasan ketiadaan. baik, saya sungguh ingin menjadi orang yang berguna dan baik. menjadi sesosok yang selalu membagi dan memberi serta mengabdi. tak apalah kau sebut aku tak berguna, hanya saja yakinkanlah bahwa tidak ada dalam jejak langkah ini yang kau ukir sebuah ketidakpastian. rahmat Nya selalu hadir disetiap langkah dan hidup kita.
Hei, aku melihatnya, ia mulai beranjak datang, rising star, what a wonderfull day! Gimme more than….
Next, i’ll be more close to you,
Media will present a big huge today, smile
Hasil Dialog dengan Pak Kutut
14 April 2011 at 11:02 | Posted in Info | Leave a commentBismillah
Sebelumnya, seperti thread yang telah dikomentari banyak orang mengenai ‘Tragedi 09’ (mekso) di grup fisika teknik 09. Berikut kami sajikan uraian sederhana hasil dari ‘ngbrol-ngobrol’ dengan Pak Kutut. Oya sebelumnya lagi kegiatan ini dilaksanakan saat pertama kali KRS-an, 7 Februari 2011 banyak orang yang ikut, ada Laras, Rangga, Dio, Aku. Semoga mampu memberi hikmah.
Namun, sebelum bertemu dengan Pak Kutut kami berkonsultasi dengan Pak Gea selaku penanggungjawab sementara Bidang Akademik di Jurusan (kan aslinya pak Kholid). Niat waktu itu sebelum ke Pak Kutut hanya ingin menanyakan saran serta ‘izin’ mengenai keinginan kami untuk bertemu+ngbrol dengan Pak Kutut. Lewat Pak Gea kami sedikit mendapat pencerahan mengenai hal-hal berbau akademik sampai tipe dosen. Dari situ memang sudah hak kita untuk menanyakan lebih jauh mengenai akademis yang berkaitan dengan dosen yang memberi kuliah kita. Katanya pa Gea, Pak Kutut tu orang nya telaten. Telaten itu kayak gimana yah…pokoknya tekun, runtut, sesuai kaidah/kenyataan, ya seperti itulah.
Kemudian dari situ kami menuju pak Kutut. Saat kami masuk dia menyambut kami dengan hangat, senyuman khas pak Kutut yang mempesona..hehe..dengan baju khas ala penyanyi ‘lirikan matamu menarik hatiku’ (dubrak)
Kami awali dengan memperkenalkan diri, untuk kemudian mmnta pandangan Bapak mengenai mahasiswa sekarang umumnya dan Fistek 09 khususnya. Kami tidak langsung ingin mengklarfiikasi mengenai nilai-nilai yang terjadi, kami ingin menanyakan awalnya seperti apa pandangan bapak. Karena jika pandangan seseorang saja sudah buruk pasti melakukan sesuatu juga ga sepenuh hati (ngerti kan yang saya maksd?!).
Secara garis besar beliau berpandangan bahwa mahasiswa sekarang—termasuk Fistek09—adalah ‘didikan instan’. “sedari SD hingga SMA kalian pasti diajarin sesuatu” artinya selalu di cekoki. Nah, paradigm seperti itu yang terbawa hingga kuliah saat ini. Kalian hanya menunggu dan belajar dengan apa yang dosen berikan. Cobalah bersikap mandiri, cari dari buku, belajar, pelajari hal yang berkaitan tersebut. Pahami.
Yang saya dapat dari Pak Kutut bahwa salah satu tanggungjawab kita sebagai Mahasiswa adalah tidak hanya menggunakan materi atau teori yang didapat dari dosen, carilah referensi-referensi lain yang berkaitan. Beliau menambahkan karena di dunia kerja nanti kalian dituntut untuk bekerja sendiri, mampu berdiri sendiri dan mandiri. “kalau dari gini saja kalian tidak bisa, apa jadinya ntar” ujar Pak Kutut. Beliau menambahkan bahwa orang-orang yang dapat A (Abed dan Cecep) merekalh yang sudah siap untuk mandiri.
Kemudian, kami menyinggung masalah nilai, kami mengajukan pertanyaan kalo angkatan terdahulu (06 keatas) memiliki nilai-nilai yang lebih baik dari kita. “Itu kesalahan saya, waktu itu saya masih terlalu baik” jawabnya. “Sebenernya mereka ga lebih sama seperti kalian, hanya saja waktu itu saya menilai tidak seperti keadaan aslinya, hanya beberapa tahun belakangan ini saya menerapkan nilai yang asli/sesungguhnya” tukasnya (yaelah…ada temennya brarti).
Tak lupa beliau juga memotivasi dan mengingatkan kita bahwa janganlah bertujuan pada nilai, tapi bertujuanlah pada apa yang kita capai, yaitu ilmu. Kalian belajar untuk menuntut ilmu, maka output nya adalah ilmu tersebut. “Nilai itu bisa dibuat-buat” ujarnya
Well, sadis memang tapi itulah beliau. Saat kami beradu muka aku jadi tersadar dan terhipnotis, ya memang selama ini ternyata usahaku belum lah terlalu maksimal jika melihat dari apa yang beliau sampaikan. Tapi, ini belumlah terlambat. Mari kita perbaiki. Bukankah orang yang beruntung adalah orang yang lebih baik dari hari kemaren. Tetap focus, tetap menuntut ilmu, tetap beramal, tetap semangat biar bisa makan-makan. Sukses!
Oya..kami sempet ngerekam hasil wawancaranya..ada di Laras Fadhilah. Minta aja ke dia *kalo masih ada.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.